Ngakalin Jakarta’s Traffic via Skuter Listrik (Bag. 2)

Sambungan dari Bagian 1 Kalau di bagian 1 gue udah cerita kenapa gue akhirnya memutuskan hijrah dari kendaraan ber-petrol ke micro mobility macam sepeda lipat dan skuter listrik, kali ini gue akan lebih spesifik nyeritain pengalaman gue pakai e-scooter Segway Ninebot T15 selama setengah tahun ke belakang. Sebelum memilih e-scooter, sebetulnya gue sempat hijrah ke… Continue reading Ngakalin Jakarta’s Traffic via Skuter Listrik (Bag. 2)

Ngakalin Jakarta’s Traffic via Skuter Listrik (Bag. 1)

Early 2000-an, Goenawan Mohamad pernah nulis di salah satu caping-nya: Kalau mau tau adab suatu kota modern, lihatlah lalu-lintas dan perilaku warganya di jalan raya. Persis kalimatnya gue lupa, tapi kira-kira pesannya kayak gitu. Dan di early 2000-an, traffic Jakarta memang belum se-hectic dan pengendaranya belum se-beringas sekarang. Gue masih bisa enteng berangkat jam 8… Continue reading Ngakalin Jakarta’s Traffic via Skuter Listrik (Bag. 1)

Tanggapan Untuk Anto Arief Soal PP Royalti Musik

Ilustrasi: Pop Hari Ini

Buruk muka, cermin dibelah. Demikian pepatah yang cocok dilekatkan untuk opini Anto Arief lewat artikel ‘PP No. 56/2021 dan Murahnya Musik Indonesia di Mata Warganetnya’ yang tayang di situs Pop Hari Ini 19 April kemarin. Bedanya kali ini bukan cermin, tapi warganet yang dibelah, dianggap rendah, diragukan intelektualitasnya dan dipukul rata sikapnya terhadap Peraturan Pemerintah… Continue reading Tanggapan Untuk Anto Arief Soal PP Royalti Musik

Retrospektif Musik Indonesia 2020

Image by Pexels

2020 adalah tahun aneh dan spesial –kalau tak mau dibilang muram dan menyedihkan– dimana roadmap industri musik Indonesia ke depan bakal ditulis ulang. Berbagai rencana, agenda rutin berkala, dan acara tahunan kesenian musik tak hanya ditunda, tapi juga beberapa kolaps dan menempatkan para pekerja seni dalam ketidakpastian. Di masa-masa sulit seperti sekarang ini, pihak yang… Continue reading Retrospektif Musik Indonesia 2020

Memahami Persona dalam Konteks User Experience (UX)

Bila kita mengacu pada istilah umum, kata ‘persona’ bisa direferensikan sebagai sosok individu atau person. Istilah persona secara spesifik juga muncul dalam ilmu psikologi, dimana Carl Jung -filsuf era post modern- menyebutkan bahwa persona merupakan topeng sosial yang muncul ketika seseorang direpresentasikan kehadirannya di dunia. “Persona is a kind of mask, designed on the one… Continue reading Memahami Persona dalam Konteks User Experience (UX)

Menafsirkan Bib Bob

FOTO ANTARA/Agus Bebeng/ed/hp/09

Seseorang tiba-tiba bangkit. Bergaya layaknya pesilat, ia memasang kuda-kuda dan berjalan keliling panggung. Geraknya kaku sambil mengepalkan tangan dan meninju udara dalam berbagai jurus. Yang menarik, tak ada yang diucapkannya selain kata Bib Bob berulang-ulang setiap kali tinjunya dilancarkan. Seseorang lain lebih ajaib lagi. Sepanjang yang bisa dilihat, kelakuannya agak minus dengan gaya tubuh lepas… Continue reading Menafsirkan Bib Bob

Jurnalis Belum Mati

Sumber: Istimewa

Di tengah masyarakat yang selalu haus informasi, kehadiran profesi jurnalis sebagai pewarta publik telah semakin kehilangan relevansinya. Kerja jurnalis yang harusnya berpijak pada tatanan moralitas dan nilai-nilai luhur di masyarakat, kian tergantikan dengan intervensi politik dan tekanan modal. Seiring praktik jurnalisme yang makin pragmatis, media massa pun jadi alat mengumbar berbagai kepentingan praktis untuk menyetir… Continue reading Jurnalis Belum Mati

Netaudio dan Kita

Tak ada yang lebih merisaukan saat menyimak wacana musik dalam negeri –terhadap hubungannya dengan internet dan distribusi konten digital– yang berkuasa di ranah publik selama satu dekade ke belakang. Puluhan buku, ratusan artikel dan ribuan sumber lain ditulis hanya untuk memandang Internet, –khususnya pada konteks industri musik– sebagai kambing hitam merebaknya pelanggaran kepemilikan individu atas… Continue reading Netaudio dan Kita